Bilyet Deposito itu Penting dan Lebih Aman

Bilyet Deposito

Pernah mendengar istilah deposito? Ya betul, deposito adalah salah satu fasilitas layanan perbankan yang mirip dengan tabungan pada umumnya. Deposito memang merupakan satu layanan perbankan untuk menyimpan uang atau menabung. Namun demikian, masih banyak masyaraat yang belum paham betul apa itu sebetulnya deposito. Dan apa pula manfaat dan kekurangan dari deposito? Lalu apa pula yang dimaksud bilyet deposito dan sertifikat deposito.

Baiklah sebelum kita kulik tentang bilyet deposito, ada baiknya kita bahas tentang deposito secara komprehensif. Menurut Undang-undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan Indonesia, pengertian deposito itu adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan pihak bank. Dalam referensi lain dikatakan bahwa deposito adalah simpanan dalam rupiah milik pihak ketiga yang penarikannya dilakukan setelah jangka waktu tertentu, menurut perjanjian antara bank dengan si penyimpan. Namun ada pula yang mengartikan bahwa deposito itu adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu sesuai tanggal yang diperjanjikan antara deposan dengan bank.

Dengan uraian tersebut di atas, jika ditilik lebih jauh lagi sesungguhnya deposito itu dibagai dalam tiga jenis. Yakni: deposito berjangka, deposito automatic roll over, dan deposit on call.  Deposito berjangka (time deposit) adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu sesuai tanggal yang diperjanjikan antara deposan dan bank. Deposito berjangka merupakan deposito yang diterbitkan dengan jenis jangka waktu tertentu. Biasanya jangka waktu deposito berjangka itu bervariasi. Mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan hingga 24 bulan.

Bilyet Deposito Perorangan dan Perusahaan

Lazimnya, deposito berjangka diterbitkan atas nama baik perorangan maupun lembaga. Di dalam bilyet deposito tercantum nama seseorang atau lembaga pemilik deposito berjangka. Penerbitan deposito berjangka ini dapat dilakukan dengan setor tunai, pemindahbukuan dari rekening giro atau dari rekening tabungan, dan sebaliknya penerima bunganya dapat dilakukan dengan diambil secara tunai atau dimasukkan ke dalam rekening giro atau rekening tabungan nasabah.

Kemudian guna menarik minat masyarakat, pihak bank dapat memberikan berbagai insentif tertentu seperti hadiah. Insentif biasanya diberikan untuk jumlah nominal yang besar baik berupa bunga khusus maupun insentif seperti hadiah atau cendera mata lainnya. Selain itu, insentif juga dapat diberikan kepada nasabah yang loyal terhadap bank tersebut. Yakni kepada deposito berjangka dengan nominal besar dan terus dipertahankan untuk jangka waktu yang relatif lama.

Keuntungan Deposito

Jika ditanya soal keuntungan dari deposito, jelas bahwa deposito dapat memberikan bunga yang lebih besar dibanding dengan menabung biasa. Soal berapa besar bunganya, tergantung dari pihak bank yang akan menentukan bunga. Penentuan bunga, salah satunya ditentukan lamanya waktu deposit. Ada yang per triwulan atau per tahun. Semuanya tergantung kesepakatan antara nasabah dan pihak bank.

Selain itu, dari aspek keamanan, uang yang Anda depositokan jelas terjamin. Berbeda jika kita menyimpan uang di rumah yang memiliki risiko tinggi. Sementara risiko deposito relatif kecil. Jika Anda tidak suka dengan risiko, maka deposito ini adalah pilihan yang tepat. Karena jika gunakan uang kita sebagai modal usaha bisa saja kita mengalami kerugian. Namun dengan deposito ini risiko relatih kecil atau bahkan tidak ada sama sekali.

Keuntungan lainnya, bunga dari deposito dapat kita akses secara mudah. Hasil bunga dari deposito dapat dicairkan secara tunai dalam jangka waktu tertentu. Selain dicairkan secara tunai, bunga juga bisa ditransfer atau disetorkan ke rekening kita. Namun jika kita ingin menginvestasikan lagi, maka dengan sistem automatic roll over. Deposito termasuk salah satu jenis investasi yang menguntungkan. Karena boleh dibilang tidak ada kerugian. Segala kerugian akan dijamin oleh lembaga penjamin simpanan (LPS). Berbeda jika Anda ingin berinvestasi di bisnis atau saham. Anda akan berpotensi menghasilkan kerugian yang besar.

Baca Juga : Fungsi dan Tugas Lembaga Penjamin Simpanan

Kekurangan Deposito

Meski demikian, deposito juga memilik beberapa kekurangan. Kekurangan deposito adalah keuntungan yang kecil. Walapun sudah mendapatkan bunga yang cukup besar dari bank. Namun deposito masih memiliki keutungan yang kecil dibanding dengan produk investasi lainnya. Laba yang didapat dari deposito ini kadang tak sebanding dengan uang yang didepositokan. Sebagai ilustrasi, kita mendepositokan Rp100 juta. Maka kita hanya mendapat bunga sekitar 5-6%. Sehingga dari modal deposito uang Rp100 juta, kita hanya bisa memperoleh laba sebesar Rp2 jutaan. Itu pun belum dipotong pajak dan biaya administrasi lannya. Hal berbeda dengan investasi saham dimana kita dapat memperoleh keuntungan yang cukup besar. Kekurangan lainnya yakni deposito mungkin terkena inflasi. Harap diingat, setiap tahun inflasi terjadi. Sehingga nilai uang yang kita depositkan sekarang akan mengalami penurunan nilainya.

Selain itu, kekurangan deposito adalah dikenai biaya pajak (PPh). Sehingga wajib membayar pajak setiap tahunnya. Biaya pajak PPh ini lumayan besar yaitu 20%. Sehingga kita yang mendapatkan bunga tidak begitu besar akan dipotong untuk membayar pajak juga. Dalam deposito juga ada biaya penalti. Selain pajak, ada juga yang namanya biaya pinalti. Biaya pinalti ini dikenakan jika kita menarik deposito kita sebelum tanggal jatuh tempo.

Apabila kita menyimpan deposito maka nilai investasi tidak bertambah. Ketika kita memutuskan untuk mendepositkan uang maka tidak ada cara apapun yang bisa meningkatkan nilai dari investasi kita. Hal ini disebabkan karena kita tidak terlibat dalam pengelolaan uangnya. Jadi kita tidak bisa menargetkan adanya tambahan dana untuk investasi selain dari bunga yang diberikan oleh bank.

Bilyet Deposito dan Sertifikat Deposito

Jika dilihat dari segi produk layanan, maka deposito merupakan jenis produk investasi. Sedangkan tabungan merupakan simpanan biasa. Deposito sama halnya dengan produk investasi lainnya seperti saham, properti, dan reksadana. Namun deposito adalah salah satu investasi yang memiliki risiko kerugian yang paling kecil.

Jika Anda menabung maka akan memperoleh buku tabungan dan kartu ATM. Namun di deposito Anda akan memperoleh bilyet deposito. Bilyet deposito ini adalah bukti bahwa Anda pemilik dari uang yang didepositokan.

Bilyet deposito adalah bukti kepemilikan yang diberikan bank kepada nasabah atas simpanan dalam bentuk deposito berjangka. Kalau kita menyimpan uang dalam bentuk deposito, maka kita akan menerima bilyet deposito ini. Bagi pebisnis, bilyet deposito dan sertifikat deposito ini bisa dimanfaatkan sebagai pinjaman untuk tenor yang disepakati bersama. Sebagian masyarakat kerap mengira jika sertifikat deposito merupakan bukti kepemilikan deposito. Ternyata, saat nasabah membuka deposito, yang diterima adalah bilyet dan bukan sertifikat deposito.

Sedangkan, pengertian sertifikat deposito adalah salah satu surat berharga yang ada di pasar uang. Dalam sertifikat deposito, tercantum nominal tertentu yang bisa diperdagangkan untuk mendapatkan sejumlah uang tunai tanpa adanya nama nasabah. Apabila kita tertarik menyimpan uang di bank dalam bentuk deposito, maka harus tahu dulu perbedaan antara bilyet dan sertifikat deposito. Intinya adalah jika sertifikat deposito itu bisa berpindah tangan dan diperjualbelikan karena tidak tercantum nama nasabah. Sedangkan bilyet deposito itu tidak bisa dipindahtangankan. Karena ada nama nasabah yang tercantum. Hanya nama yang tertera saja yang bisa mencairkannya.

Selain itu, bunga sertifikat deposito dan bilyet deposito itu berbeda. Bedanya adalah bunga sertifikat deposito wajib dibayar pada awal pengajuan. Sedangkan bunga bilyet deposito dibayarkan saat telah jatuh tempo. Bilyet deposito itu sendiri dapat diperpanjang setelah jangka waktu habis. Sedangkan sertifikat membutuhkan prosedur khusus dari bank.

Baca Juga : Deposito Berjangka BPR Aman & Menguntungkan

Kelebihan dan Kekurangan Sertifikat Deposito dan Bilyet Deposito

Kelebihan dari sertifikat deposito adalah nasabah bisa menginvestasikan suku bunga sertifikat deposito yang sudah diperhitungkan di muka untuk bisnis lainnya. Nasabah bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari sertifikat deposito karena suku bunga yang diberikan adalah suku bunga tetap.

Sertifikat Deposito Sebagai Jaminan Investasi

Sertifikat deposito juga bisa dijadikan sebagai jaminan investasi ataupun dijual kepada pihak lain. Bahkan bisa dijadikan sebagai hadiah karena tidak tercantum nama nasabah. Sertifikat deposito menjadi simpanan nasabah yang secara resmi dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sertifikat Deposito, Nasabah kena Denda

Ada pun kekurangan dari sertifikat deposito adalah nasabah akan terkena denda jika mencairkan dana simpanan sebelum batas waktu yang sudah ditentukan sejak awal. Nasabah bisa kehilangan dana simpanannya jika tidak hati-hati menyimpan sertifikat deposito. Sehingga siapa saja yang memegangnya bisa mencairkan dana simpanan ke bank.

Bilyet Deposito lebih Aman

Sementara itu, kelebihan bilyet deposito hanya lebih aman karena hanya nasabah yang bisa mencairkan sejumlah dana tersebut. Kekurangannya adalah bunga diterima saat jatuh tempo dan lebih prosedural dalam pencairan karena harus sesuai nama yang tertera.

Bilyet Deposito dan Sertifkat Deposito Bodong

Nah jika sudah memahami tentang apa itu deposito, perbedaan bilyet deposito dan sertifikat deposito, maka selanjutnya sebelum kita memastikan menanamkan investasi di deposito maka harus mewaspadai deposito bodong lewat bilyet ataupun sertifikat palsu. Sebab tingginya minat masyarakat terhadap deposito menjadi salah satu alasan munculnya deposito bodong atau penipuan deposito yang dilakukan oknum atau orang tertentu. Sehingga kita harus mengenali cara-cara penipuan deposito bodong melalui sertifikat ataupun bilyet deposito.

Biasanya deposito bodong dilakukan dengan cara pemalsuan sertifikat deposito. Sertifikat deposito yang tidak bernama ini menjadi salah satu alat untuk menipu nasabah lewat deposito bodong. Dalam operasi penipuannya, mereka biasanya akan melakukan pemalsuan sertifikat deposito berjangka dan meyakinkan korban dengan menunjukkan slip deposito keluaran bank terkenal.

Selain itu ada juga pemalsuan bilyet deposito. Penipuan deposito bodong juga kerap terjadi dalam modus penempatan dana deposito. Salah satu contoh pemalsuan bilyet dilakukan oknum pegawai salah satu bank di Indonesia. Bilyet yang dipalsukan menggunakan nama bank dan menawarkan produk deposito ke masyarakat. Akibatnya masyarakat menerima tanda terima deposito palsu.

Biasanya pelaku penipuan akan mengiming-iming bunga tinggi. Padahal, sebagai instrumen investasi dengan risiko rendah, deposito tidak memberikan keuntungan maksimal. Sebab bunga deposito sebetulnya telah ditetapkan oleh bank dan tidak mungkin melebihi BI Rate yang ditetapkan Bank Indonesia (BI).

Baca Juga :  Ayo hitung bunga yang anda dapatkan dari deposito disini