Tips Take Over Kredit

Tips Take Over Kredit

Bank dan lembaga keuangan lainnya berlomba-lomba untuk mendapatkan nasabah baru, salah satunya dengan menawarkan take over kredit dengan suku bunga yang lebih rendah. Take over kredit merupakan proses pengambil alihan kredit bank lain, dengan maksimum plafon kredit sebesar outstanding (sisa pinjaman) terakhir di bank asal atau limit kredit baru sesuai perhitungan bank. Orang biasa melakukan take over kredit untuk mendapatkan suku bunga atau angsuran yang lebih rendah, atau peningkatan limit kredit yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan lain.

Baca juga: Ingin Kredit Renovasi Rumah? Perhatikan Hal Ini

Namun sebagai calon nasabah, Anda perlu memperhatikan beberapa aspek selain suku bunga, angsuran dan plafon yang ditawarkan. Pada artikel ini, kita akan bahas secara tuntas hal yang perlu Anda perhatikan dalam melakukan take over kredit.

Hitung total pengeluaran yang harus Anda bayar

Bank yang menawarkan take over kredit dapat mencoba untuk mengurangi jumlah angsuran bulanan Anda dengan memberikan jangka waktu kredit yang lebih panjang. Namun Anda harus memahami benar dengan menambahkan jangka waktu, Anda akan membayar biaya bunga yang lebih tinggi.

Anda harus membandingkan keseluruhan total biaya yang Anda akan keluarkan sebelum Anda menyetujui take over kredit – walaupun Anda bisa saja mendapatkan angsuran yang lebih rendah. Jika Anda sebenarnya tidak kesulitan mendapatkan uang tunai, Anda lebih baik tidak melakukan take over kredit untuk menghemat pengeluaran biaya bunga dengan lebih cepat melunasi pinjaman Anda.

Pelajari biaya pemrosesan dan biaya kredit lainnya

Selain bunga, Anda harus mempertimbangkan biaya proses kredit seperti biaya notaris, biaya materai, biaya appraisal (penilaian), biaya administrasi dan biaya-biaya lainnya yang dapat dikenakan bank yang menawarkan take over kredit. Setelah mempertimbangkan seluruh biaya ini, baru Anda dapat menimbang apakah penurunan suku bunga yang ditawarkan bank baru bermanfaat? Apakah secara keseluruhan Anda untung atau rugi?

Perhatikan rasio nilai agunan terhadap jumlah pinjaman Anda (loan-to-value ratio)

Jika Anda telah melunasi sebagian besar dari pinjaman Anda saat ini, Anda perlu memastikan bahwa jumlah pinjaman yang Anda terima sebanyak 60 – 80% dari nilai jaminan yang digunakan. Anda lebih baik menghindari memberikan jaminan dengan nilai yang terlalu tinggi dibandingkan dengan jumlah pinjaman yang didapatkan. Siapa tahu ke depan Anda memerlukan jaminan tersebut untuk mendapatkan pinjaman yang lebih besar.

Kalau bisa, tawarkanlah jaminan lain yang nilainya lebih sesuai dengan jumlah pinjaman baru (idealnya jaminan Anda menutupi 60 – 80% dari total pinjaman). Jika bank tersebut bersikeras menggunakan jaminan yang sama, pakailah hal tersebut untuk negosiasi suku bunga yang lebih rendah.

Syarat dan ketentuan yang mengatur pinjaman

Sebelum menandatangani perjanjian kredit, Anda HARUS membaca seluruh syarat dan ketentuan dari kedua bank. Beberapa bank mensyaratkan Anda membuka asuransi dari perusahaan tertentu, ataupun menyetor sejumlah tabungan (blokir angsuran) sebagai syarat kredit. Baca juga bagian denda dan sanksi dan pahami pro dan kontra secara keseluruhan.

Beri penilaian objektif untuk embel-embel yang ditawarkan bank baru

Bank sering menarik perhatian pelanggan dengan menawarkan embel-embel seperti kartu kredit gratis ataupun asuransi kecelakaan diri saat Anda menjadi nasabah mereka. Sebelum terlena oleh hal tersebut, Anda perlu menganalisis apakah Anda benar-benar membutuhkannya dan meminta informasi lebih lanjut tetang syarat dan ketentuan yang mengatur produk tersebut. Ada teman saya yang diberikan kartu kredit ‘gratis’. Dia baru sadar di tahun berikutnya bahwa kartu kredit tersebut gratis hanya untuk satu tahun.

*Catatan Terakhir Mengenai Take Over Kredit

Jangan terlena hanya oleh suku bunga yang lebih rendah, apalagi jika selisihnya hanya sedikit. Pada akhirnya, semua bank mendapatkan bisnis mereka dari pinjaman. Mengapa seseorang ingin member Anda pinjaman dengan tingkat bunga yang lebih rendah dan kehilangan keuntungan, ketika orang lain di pasar dapat menghasilkan tingkat bunga yang lebih tinggi? Sebagai kepentingan, Anda lebih baik mulai dengan rasa curiga dan mempertimbangkan segala isu tersebut.

Baca Juga : Take Over Kredit Rumah Melalui Bank? Berikut Tipsnya