Instrumen Investasi yang Wajib Kamu Ketahui !

Instrumen Investasi source: pixabay

Instrumen Investasi merupakan media atau wadah bagi seseorang atau pelaku usaha untuk mengelola dan melindungi harta/aset yang dimilikinya. Instrumen investasi tentunya dapat membantu dalam mencapai tujuan (goal) finansial seseorang, sesuai dengan jangka waktu investasi.

Berbagai instrumen investasi yang tersedia di pasar, tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Keunggulan dan Risiko nya pun berbeda-beda mulai dari yang rendah hingga yang tinggi. Jika anda tertarik untuk berinvestasi, Yuk ketahui dulu jenis intrumen investasi berikut…..

1. Instrumen Investasi Deposito

Deposito adalah produk simpanan dari bank atau boleh juga disebut sebagai tabungan berjangka. Sebagai gambaran, tahun ini, suku bunga deposito berkisar di angka 3%-5% per tahun. Sementara suku bunga tabungan hanya sekitar 0.0%-1%. Makanya bagi orang yang ingin berinvestasi, deposito bisa menjadi pilihan menguntungkan selain obligasi, saham, dan emas.

Berbeda dengan tabungan biasa, karena deposito ini sifatnya investasi, maka ia memiliki aturan main khusus. Salah satu aturan yang penting diketahui adalah bahwa nasabah tidak bisa menarik uang di deposito sebelum waktunya. Atau dengan kata lain, deposito hanya bisa dicairkan sesuai dengan tanggal jatuh temponya.

Baca Juga : Deposito Berjangka BPR Aman dan Menguntungkan

2. Instrumen Investasi Obligasi

Dibanding emas dan saham, investasi dalam bentuk obligasi memang termasuk yang kurang populer di kalangan masyarakat. Tapi jangan salah, belakangan ini Pemerintah lumayan intens memperkenalkan jenis investasi ini ke masyarakat dan tentunya ini membawa angin segar untuk prospek investasi obligasi.

Obligasi sendiri merupakan salah satu produk pasar modal yang berupa surat pernyataan utang. Obligasi ini dikeluarkan/diterbitkan oleh pihak tertentu (perorangan, perusahaan, atau pemerintah) dengan janji akan mengembalikan utang tersebut ditambah bunga dalam jangka waktu tertentu.

Sebagai contoh, baru-baru ini Pemerintah kembali menawarkan Obligasi Negara Ritel (ORI ) yang merupakan instrumen surat berharga negara (SBN) kepada individu atau perorangan dengan seri ORI018. ORI018 merupakan seri ORI ke-18 yang diterbitkan oleh Pemerintah dan penjualannya dilakukan secara online melalui e-SBN.

Untuk Anda yang memiliki tujuan finansial jangka menengah hingga jangka panjang, investasi obligasi ini dirasa cocok karena jatuh tempo biasanya antara satu hingga 10 tahun.

3. Instrumen Investasi Logam Mulia

Logam mulia di sini identik dengan emas. Dan investasi emas ini masih menjadi favorit masyarakat Indonesia. Pasalnya investasi inilah yang paling mudah untuk dimulai. Tak perlu modal besar untuk memulainya. Dengan kemampuan membaca harga pasar.

Jika Anda ingin mencoba investasi di logam mulia ini, cobalah untuk memulai investasi emas, Anda dapat memulainya dengan satuan yang terkecil dengan modal tak besar tentunya. Selanjutnya, tinggal bagaimana kemampuan Anda ‘ber-strategi’ untuk memperoleh keuntungan. Meski investasi di logam mulia memang menjanjikan keuntungan meski tak sebesar investasi lain. Namun investasi emas terbilang aman karena akan mengalami kenaikan harga seiring waktu.

4. Reksadana

Reksadana merupakan suatu pola pengelolaan dana, yang dikelola oleh manajer investasi (MI) dalam sejumlah instrumen yang tersedia di pasar modal dengan membeli unit penyertaan reksadana. Jenis investasi ini cenderung aman, karena sudah terdaftar di Pemerintah dan sudah diatur dalam Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995. Setidaknya ada lima jenis reksadana yang bisa dipilih untuk investasi. Yaitu; reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, reksadana proteksi, hingga pasar index.

Lantas mengapa reksadana dianggap cocok untuk para pemula? Jawabannya adalah karena reksadana merupakan salah satu investasi alternatif yang cocok bagi masyarakat yang memang tak memiliki waktu yang banyak untuk mengikuti perkembangan investasinya. Anda pun tak perlu lihai menghitung risiko dari investasi itu, karena sudah ada manajer investasi yang akan mengelolanya. Apalagi dari sisi permodalan, reksadana juga tergolong investasi dengan nilai minimal yang rendah. Misalnya untuk ikut dalam investasi reksadana itu dimulai dari Rp100.000 saja.

Sebelum mulai berinvestasi, penting kiranya Anda mempelajari cara investasi reksadana. Tujuannya adalah agar Anda dapat mengerti proses dan alur investasi yang dijalani. Mengingat dana yang Anda investasikan akan dikelola oleh manajer investasi, maka Anda hanya dituntut untuk memilih tujuan reksadana dengan tepat. Oleh karena itu membaca prospektus dan hal-hal lain terkait dengan reksadana menjadi penting.

5. Saham

Saham menjadi salah satu instrumen investasi jangka pendek yang cukup banyak peminatnya di Indonesia. Dengan memiliki atau membeli saham, Anda seolah memiliki suatu perusahaan. Tergantung saham perusahaan apa yang Anda beli dan berapa jumlah saham kepemilikan itu. Saham juga merupakan investasi yang idealnya untuk jangka panjang. Namun saham bisa juga dimanfaatkan untuk jangka pendek.

Terkait keuntungan saham ini tentunya dipengaruhi oleh dari kinerja, kesuksesan, dan profit perusahaan yang sudah Anda beli sahamnya. Biasanya saham yang dijual pada saat perusahaannya sedang perform (berkinerja baik) dan sukses itu cenderung harganya naik, di situlah keuntungan akan banyak diperoleh.

6. Properti

Investasi properti cukup banyak diminati saat ini, pasalnya harga properti yang terus meningkat sepanjang waktu. Untuk memulai investasi ini memang membutuhkan dana yang tidak sedikit, namun worth it untuk dilakukan jika memang kamu memiliki dana yang lebih.

Dengan penjelasan tersebut di atas, mungkin sekarang Anda sudah mulai mendapat  gambaran plus-minus dari jenis-jenis investasi. Anda tinggal pilih mana investasi yang dianggap cocok. Apakah investasi di deposito, logam mulia, obligasi, pasar saham, logam mulia, atau investasi dalam bentuk lain. Karena prinsipnya, bagi yang memiliki uang lebih, investasi itu harus disegerakan. Selain mengamankan dana, investasi juga akan memberi nilai tambah dari dana yang Anda miliki.

Baca Juga : Investasi adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaat

[no_toc]

Tertarik berinvestasi deposito bersama Universal BPR, konsultasikan secara gratis disini.