Skor Kredit: Cara Cek dan Cara Membacanya

Skor Kredit

Skor kredit menjadi angka yang menunjukkan seberapa baik individu mengelola pinjaman dan kewajiban pembayaran cicilan utang.

Lembaga keuangan menggunakan skor ini sebagai tolak ukur untuk menilai kemampuan individu dalam mengelola keuangan, terutama dalam hal kewajiban utang. Dengan demikian, skor kredit berperan penting dalam membantu lembaga keuangan memutuskan kelayakan seseorang untuk menerima pinjaman.

Di Indonesia, kamu bisa mengecek skor kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang diatur oleh OJK, menggantikan layanan BI Checking. SLIK memungkinkanmu memantau riwayat kredit dan kewajiban finansial yang berpengaruh terhadap akses pinjaman di masa depan.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara memeriksa skor kredit dan memahami maknanya. Yuk simak artikel ini.

Apa itu Skor Kredit?

Skor kredit adalah angka yang menunjukkan seberapa baik individu mengelola utang dan pembayaran. Lembaga keuangan menggunakan angka ini untuk menilai seberapa besar risiko saat mereka ingin memberikan pinjaman.

Jika kamu memiliki skor yang tinggi, ini berarti kamu dianggap mampu membayar utang tepat waktu dan dipercaya oleh lembaga keuangan. Sebaliknya, skor yang rendah bisa menandakan riwayat kredit yang buruk atau ketidakmampuan individu dalam mengelola utang.

Mengapa Hal Ini Penting dalam Pengajuan Pinjaman?

Skor kredit dapat mencerminkan karakter seseorang dalam mengelola keuangan. Ini menunjukkan seberapa baik individu tersebut dapat memenuhi kewajiban utang dan melakukan pembayaran tepat waktu.

Dengan memiliki skor yang baik, seseorang dapat lebih mudah mendapatkan pinjaman, suku bunga yang lebih rendah, dan penawaran lainnya yang menguntungkan. Oleh karena itu, menjaga skor kredit tetap tinggi sangat penting untuk kestabilan finansial jangka panjang.

Tingkatan Skor Kredit

Berikut adalah lima kategori kolektibilitas kredit sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 40/POJK.03/2019 mengenai Penilaian Kualitas Aset Bank Umum:

  1. Kolektibilitas 1: Lancar
    Debitur (penerima pinjaman) selalu membayar pokok dan bunga tepat waktu. Rekening menunjukkan perkembangan yang baik, tanpa adanya tunggakan, dan memenuhi semua syarat kredit yang ditetapkan.
  2. Kolektibilitas 2: Dalam Perhatian Khusus
    Debitur mengalami tunggakan pembayaran pokok dan/atau bunga dalam rentang 1-90 hari.
  3. Kolektibilitas 3: Kurang Lancar
    Debitur menunggak pembayaran pokok dan/atau bunga antara 91-120 hari.
  4. Kolektibilitas 4: Diragukan
    Debitur mengalami tunggakan pembayaran pokok dan/atau bunga dalam rentang 121-180 hari.
  5. Kolektibilitas 5: Macet
    Debitur menunggak pembayaran pokok dan/atau bunga lebih dari 180 hari.

Cara Meningkatkan Skor Kredit

Meningkatkan skor adalah langkah penting untuk memperbaiki akses ke pinjaman yang lebih baik. Beberapa cara yang bisa kamu lakukan antara lain:

  1. Bayar Tagihan Tepat Waktu: Pastikan semua tagihan, termasuk kartu kredit dan pinjaman, dibayar tepat waktu.
  2. Kurangi Utang: Usahakan untuk tidak memiliki utang yang terlalu banyak dibandingkan dengan limit kredit yang dimiliki.
  3. Periksa Riwayat Kredit Secara Berkala: Selalu cek riwayat kredit untuk memastikan tidak ada kesalahan yang dapat mempengaruhi skor kreditmu.
  4. Jangan Tutup Kartu Kredit yang Tidak Terpakai: Menjaga kartu kredit tetap aktif meskipun tidak sering digunakan dapat membantu memperbaiki rasio kredit yang tersedia.

Hal ini sangat penting dalam menentukan kemampuanmu mendapatkan pinjaman. Dengan memahami cara kerjanya dan menjaga skor tetap tinggi, kamu bisa mendapatkan penawaran yang lebih baik dari lembaga keuangan.

Pastikan untuk selalu membayar tagihan tepat waktu dan memantau riwayat kreditmu agar tetap dalam kondisi baik. Dengan langkah-langkah ini, kamu akan lebih siap menghadapi berbagai peluang finansial di masa depan.

Baca juga, Pinjam Uang di Bank: Tips yang Perlu Diperhatikan