2 Cara Menghitung Bunga Pinjaman Bank (Flat dan Efektif)

Menghitung bunga pinjaman

Banyak alasan yang mengiringi seseorang hingga akhirnya meminjam uang di bank. Kebutuhan yang mendesak kerap menjadi alasan utamanya. Sebelum memutuskan untuk mengambil kredit di bank, sebaiknya ketahui dulu cara menghitung bunga pinjaman tersebut. Sebab dengan begitu, kelak Anda dapat mengelola utang itu dengan baik dan benar.

Uang memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Begitu kira-kira kenyataan hidup saat ini. Mungkin Anda pernah merasakan betapa sulitnya situasi ketika uang di rekening menipis, sementara kebutuhan akan pembayaran tak bisa ditawar-tawar lagi.  Misalnya untuk biaya pengobatan, biaya pernikahan anak, dan biaya masuk kuliah anak. Kebutuhan tersebut tentunya bersifat urgent, sementara saldo di rekening sedang cekak. Terbayang bukan, betapa sulitnya jika Anda dihadapkan pada sistuasi itu.

Kondisi tersebut sebenarnya banyak dialami pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tatkala ingin membesarkan usahanya. Selain kerja keras, tentunya pengusaha UMKM juga butuh suntikan modal. Terkadang pengusaha hanya bisa gigit jari meski peluang mengembangkan usaha sudah di depan mata. Pasalnya dana yang dimiliki terbatas, alias tak cukup modal. Dalam situasi tak menguntungkan itu, pelaku usaha biasanya menjadikan bank sebagai tempat alternatif pembiayaan yang strategis dalam bentuk pinjaman bank.

Bagi Anda yang ingin mengajukan pinjaman atau kredit di bank, sebaiknya perhatikan dua hal ini. Pertama adalah tentang cara menghitung bunga bank. Kedua adalah cara menghitung suku bunga bank. Mengapa kedua hal ini perlu diketahui dan dipahami? Sebab dengan memiliki wawasan akan kedua hal tersebut, Anda akan dapat mencermati sekaligus menganalisis berapa besar kemampuan dalam mencicil.

Dengan pengetahuan itu pula, Anda dijamin akan bijak menyikapi utang bank. Karena Anda sudah bisa memprediksi; berapa besaran cicilan yang disanggupi dan berapa lama waktu pinjaman tersebut akan terlunasi. Intinya, jumlah angsuran kredit itu bisa ketahui dengan cara membagi jumlah pinjaman dengan lamanya waktu pembayaran (tenor) dan ditambah bunga pinjaman/kredit.

Bunga Pinjaman Bank

Apa itu bunga pinjaman dan mengapa ada bunga pinjaman? Secara sederhana penjelasannya begini. Bunga pinjaman itu bisa diartikan sebagai kompensasi atau imbalan dari si pemberi pinjaman (bank) kepada peminjam atau nasabah. Kompensasi itu sendiri diberlakukan atas dasar hitung-hitungan dan proyeksi manfaat di kemudian hari yang diperoleh dari uang pinjaman tersebut jika diinvestasikan.

Terkait dengan besaran bunga pinjaman yang dipatok oleh pihak bank, biasanya akan menjadi pertimbangan utama calon nasabah untuk memutuskan mengambil kredit di bank tersebut atau tidak. Seperti diketahui bahwa semua jenis pinjaman bank, hampir semuanya dikenakan bunga pinjaman dengan tipe yang berbeda-beda. Namun bagi nasabah tertentu, besaran bunga bank bukanlah pertimbangan utama. Asalkan pengajuan kreditnya dapat diproses dengan cepat dan cair dalam waktu singkat.  

Baca Juga : Mau Kredit Renovasi Rumah? Ini Tipsnya

Penting Menghitung Bunga Pinjaman Bank

Survei membuktikan, tak banyak masyarakat atau nasabah yang mengetahui cara menghitung bunga bank. Mungkin hitung-hitungan bunga bank dianggap bukan menjadi urusan nasabah. Padahal mengetahui cara perhitungan bunga bank itu tak kalah pentingnya dengan pinjaman itu sendiri. Sebab pada prinsipnya, perhitungan bunga itu akan berpengaruh pada total nilai pinjaman.

Sebelum kredit disetujui, biasanya peminjam hanya berfokus pada berapa persen bunga yang diberikan pihak bank dan berapa besar angsuran di setiap bulannya. Jarang sekali ada nasabah yang berpikir untuk menghitung bunga kredit yang dikenakan padanya.

Lalu apa urgensinya Anda mengetahui cara perhitungan bunga bank ini? Sejatinya jika Anda memahami cara menghitung bunga bank, maka Anda akan dapat memilah dan memilih bank mana yang dianggap sesuai dengan harapan Anda. Yang pasti, dengan pengetahuan itu, Anda akan terhindar dari bunga pinjaman yang dinilai bisa “mencekik leher”.

Ada beberapa jenis bunga bank yang kerap dijumpai di suatu bank. Misalnya bunga tetap (fixed interest), bunga mengambang (floating interest), bunga flat (flat interest), bunga efektif (effective interest), dan bunga anuiti (anuity interest). Dan dari kelima jenis bunga bank ini, bunga flat dan bunga efektif yang umum dan populer digunakan di masyarakat.

Bunga Flat dan Cara Menghitungnya

Apa itu bunga flat? Bunga flat adalah bunga yang jumlah pembayaran pokok dan bunga kredit yang besarnya sama setiap bulan. biasanya diperuntukkan untuk kredit jangka pendek seperti  kredit kendaraan bermotor dan kredit tanpa agunan.

Bunga flat ini menggunakan metode perhitungannya yang jelas dimana besaran angsuran pokok dan angsuran bunga tak berubah setiap bulannya. Semuanya dihitung secara proporsional dan disesuaikan dengan tenor (jangka waktu pinjaman yang ditetapkan atas kesepakatan debitur dan kreditur).

Anda pernah menerima brosur kredit kendaraan bermotor yang sering dibagikan di mal dan pusat perbelanjaan? Nah itu adalah salah satu contoh penawaran kredit yang menawarkan bunga flat. Sebab di brosur itu diinformasikan berapa besar angsuran per bulan sesuai dengan tenor cicilan yang diinginkan konsumen untuk mengakhiri masa pinjamannya.

Sistem kredit bunga flat

Untuk memahami bagaimana sistem kredit yang menawarkan bunga flat itu, coba perhatikan simulasi kredit berikut ini. Si A mendapatkan pokok pinjaman dari bank senilai Rp36 juta. Dari pinjaman tersebut Si A diberikan bunga flat sebesar 5% per tahun. Dan disepakati jangka waktu pengembalian utang selama 24 bulan (2 tahun). Maka perhitungan bunganya dapat diketahui dengan menggunakan rumus:

Bunga per bulan = (P x I x t) / jb

P = pokok pinjaman

I = suku bunga per tahun

t = jumlah tahun jangka waktu kredit

jb = jumlah bulan dalam jangka waktu kredit

Dengan rumus tersebut maka perhitungan bunga flat pada contoh di atas adalah:

Rp (36.000.000 x 5% x 2) / 24 = Rp150.000. Setelah diketahui bunga per bulan, maka besaran cicilan dari bulan pertama hingga bulan ke-24 (cicilan akhir) adalah sebesar Rp1.650.000. Yang terdiri dari cicilan pokok Rp1.500.000 (pokok pinjaman : jumlah bulan) + bunga flat senilai Rp150.000. Mengingat perhitungannya menggunakan sistem bunga flat, maka tak ada perubahan nilai angsuran di setiap bulannya.

Bunga Efektif dan Cara Menghitungnya

Apa itu bunga efektif? Berbeda dengan bunga flat yang umumnya berjangka pendek, maka bunga efektif memiliki tenor yang panjang. Dena begitu, bisa dipastikan bahwa besaran bunga yang dibayarkan pada bunga efektif akan lebih kecil dibanding flat karena tenornya yang panjang tadi.

Kredit bunga efektif umum ditemui pada kredit pemilikan rumah (KPR) atau kredit investasi lainnya. Perhitungan bunga efektif ini memiliki karakteristik khusus; karena jumlah angsurannya akan berkurang seiring berjalannya waktu. Hal ini disebabkan karena angsuran akan dihitung berdasarkan sisa dari total pinjaman. Atau perhitungan bunga akan dihitung setiap akhir dari periode pembayaran angsuran berdasar saldo pokok. Jadi bisa dianalogikan bahwa cicilan kedua akan lebih murah dibadning cicilan pertama. Cicilan ketiga akan lebih murah dari cicilan kedua, dan begitu seterusnya.

Sistem kredit bunga efektif

Coba perhatikan simulasi kredit berikut ini. Si A mendapatkan pokok pinjaman dari bank senilai Rp360 juta. Dari pinjaman tersebut Si A diberikan bunga efektif sebesar 10% per tahun. Dan disepakati jangka waktu pengembalian utang selama 24 bulan (2 tahun). Maka perhitungan bunganya dapat diketahui dengan menggunakan rumus:

Bunga = SP x i x (30/360)

SP = saldo pokok

i = suku bunga per tahun

30 = jumlah hari dalam sebulan

360 = jumlah hari dalam setahun

Saldo Pokok: Rp360 juta

Suku Bunga Efektif: 10% per tahun

Jangka waktu kredit: 24 bulan

Angsuran bulan 1:

Jumlah angsuran: Rp360 juta / 24 bulan = Rp15 juta

Perhitungan bunga: Rp360 juta x 10% x (30 hari/360 hari) = Rp3 juta

Maka angsuran pokok ditambah bunga pada bulan 1 = Rp15 juta + Rp3 juta = Rp18juta

Angsuran bulan 2:

Karena sudah membayar angsuran di bulan 1 senilai Rp15 juta, maka saldo pokok pinjaman berkurang menjadi Rp345 juta (Rp360 juta – Rp15 juta), maka perhitungan bunga untuk angsuran kedua adalah:  Rp345 juta x 10% x (30 hari/360 hari) = Rp2.875.000

Dari kedua perhitungan tersebut di atas (angsuran pertama dan angsuran kedua) bisa dilihat bahwa bunga pada setiap angsuran akan semakin berkurang sejalan dengan periode cicilan yang berjalan.

Masing-masing Bunga Pinjaman Bank (Flat & Efektif) Memiliki Keunggulan

Mana yang lebih menguntungkan nasabah, bunga flat atau bunga efektif? Jawabannya adalah relatif. Karena keduanya memiliki poin plus dan minus masing-masing. Misalnya pada sistem bunga flat yang memiliki keunggulan seperti; ada kepastian besaran angsuran yang harus dibayar kreditur hingga akhir masa pinjamannya. Selain itu, pada bunga flat juga tidak dikenakan penalti yang cukup besar.

Sementara di sistem bunga efektif keunggulannya terletak pada suku bunga yang bisa turun mengikuti suku bunga yang berlaku di pasaran. Dan satu lagi, biaya bunga yang dibayarkan akan mengecil di setiap periodenya, karena bunga dihitung berdasarkan sisa pokok pinjaman. Adapun kelemahan dari sistem bunga flat adalah tidak bisa mengikuti atau merasakan keuntungan akibat dari turunnya suku bunga. Sementara kelemahan dari sistem bunga efektif adalah  tidak bisa diketahui secara pasti tentang jumlah angsurannya, karena bisa saja sewaktu-sewaktu terjadi kenaikan angsuran akibat adanya kenaikan suku bunga berlaku. Sekarang pilihan ada di tangan Anda, mau menggunakan bunga flat atau bunga efektif?

Baca Juga :  Kredit Pemilikan Rumah Jadi Solusi Tepat Untuk Membeli Rumah