Deposito Adalah Solusi Investasi

Deposito Universal BPR

Deposito telah menjadi pilihan masyarakat dalam menyimpan uangnya atau menempatkan dananya. Selain aman, deposito juga bisa dijadikan salah satu bentuk investasi menarik karena bunganya pasti. 

Pernah mendengar istilah deposito atau pernah ditawari produk deposito? Rasanya rata-rata masyarakat pernah mendengarnya. Apalagi bagi mereka yang biasa melakukan transaksi di bank. Sebab selain tabungan, deposito juga merupakan salah satu produk andalan dari suatu bank.

Hanya saja, memang tidak semua nasabah bank mau menyimpan uangnya dalam bentuk deposito. Alasannya karena uang yang disimpan dalam bentuk deposito tidak bisa ditarik sesuka hati atau hanya bisa ditarik pada waktu tertentu saja. Padahal kalau dilihat dari sisi bunga, deposito itu justru memberikan bunga lebih tinggi dibanding bunga tabungan biasa.

Sebagai gambaran, tahun ini, suku bunga deposito berkisar di angka 3%-5% per tahun. Sementara suku bunga tabungan hanya sekitar 0.0%-1%. Makanya bagi orang yang ingin berinvestasi, deposito bisa menjadi pilihan menguntungkan selain obligasi, saham, dan emas.

Jadi bisa dikatakan bahwa deposito adalah produk simpanan dari bank atau boleh juga disebut sebagai tabungan berjangka. Berbeda dengan tabungan biasa, karena deposito ini sifatnya investasi, maka ia memiliki aturan main khusus. Salah satu aturan yang penting diketahui adalah bahwa nasabah tidak bisa menarik uang di deposito sebelum waktunya. Atau dengan kata lain, deposito hanya bisa dicairkan sesuai dengan tanggal jatuh temponya.

Kapan jatuh temponya? Ini tergantung dari kesepakatan di awal dengan pihak bank. Karena biasanya, calon nasabah akan diberikan pilihan untuk disepakati tentang waktu pencairan deposito. Ada yang satu bulan, tiga bulan, enam bulan, atau 12 bulan. Namun jika nasabah “memaksa” untuk mencairkan dana sebelum jatuh tempo, maka pihak bank akan memberikan penalti/sanksi sesuai kebijakan yang berlaku. Dengan penjelasan tersebut maka jelas bahwa deposito itu berbeda dengan tabungan, meskipun jika dilihat dari fungsi keduanya itu sama; yaitu untuk menyimpan uang.

Jenis- Jenis Deposito

Di Indonesia, ada tiga jenis deposito yang dikenal. Yaitu deposito berjangka, sertifikat deposito, dan deposito on call. Ketiganya memiliki karakter dan sifat masing-masing. Berikut penjelasannya:

1. Deposito Berjangka

Ini adalah jenis deposito yang umum dikenal dan paling banyak digunakan masyarakat. Deposito berjangka tergolong dalam jenis tabungan berjangka,  dimana penarikan atau pencairan dananya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu. Menilik dari namanya, maka deposito jenis ini dikeluarkan menurut jangka waktu tertentu; 1, 2, 3, 6, 12, 18, atau 24 bulan, sesuai dengan tanggal yang disepakati antara nasabah dan pihak bank. Deposito berjangka ini bisa diterbitkan oleh bank atas nama perorangan/pribadi dan atas nama lembaga.

Yang penting diketahui adalah dana yang sudah ditempatkan di deposito itu hanya bisa dicairkan ketika jatuh tempo sesuai yang tertulis dalam bilyet (surat perintah kepada bank penyimpan dana, guna memindahkan dana dalam jumlah tertentu ke rekening lain yang tertulis dalam dokumen bilyet giro).

2. Sertifikat Deposito

Sejatinya sertifikat deposito itu mirip dengan deposito. Bedanya sertifikat ini tidak mengacu pada nama seseorang atau lembaga. Oleh karenanya sertifikat deposito ini bisa berpindah tangan. Sertifikat deposito sendiri merupakan instrumen utang berupa deposito berjangka yang dikeluarkan oleh pihak bank atau lembaga keuangan lain kepada investor yang bukti kepemilikannya dalam diperjualbelikan.

Adapun yang membedakan sertifikat deposito dengan deposito di antaranya adalah; bunga sertifikat deposito bisa dihitung di muka,sertifikat deposito bisa diperjualbelikan di pasar uang, sertifikat tidak dapat diperpanjang secara otomatis seperti deposito berjangka, jangka waktu sertifikat deposito yang bisa mencapai tiga tahun.

3. Deposito On Call

Deposito on call (DOC) adalah deposito berjangka yang hanya dapat ditarik dengan pemberitahuan sebelumnya. DOC juga bisa diartikan sebagai simpanan yang berjangka waktu antara 7 hari (jangka terpendek) hingga 30 hari, tergantung kesepakatan antara nasabah dan bank penerbit.

Nah, biasanya dana yang ditempatkan di DOC ini nilainya relatif besar. Misal Rp100 juta (tergantung bank penerbit). Sementara untuk pencairan bunganya itu dilakukan pada pencairan deposito on call itu sendiri. Sebelum melakukan pencairan bunganya, nasabah harus sudah memberikan informasi terlebih dahulu tiga hari sebelumnya (tergantung aturan dari bank penerbit).

Soal besaran bunga pada deposito jenis ini biasanya dihitung per bulan dan nilai bunganya ditentukan dari hasil negosiasi antara nasabah dengan pihak bank penerbit. Karena setiap bank bisa saja memberikan nilai bunga yang berbeda-beda.

Baca Juga : Deposito Berjangka BPR Aman dan menguntungkan

Cara Menghitung Keuntungan Suku Bunga Deposito

Hal ini penting diketahui oleh siapa pun yang ingin menyimpan dananya dalam bentuk deposito. Karena deposito itu sifatnya investasi, tentu kita harus bisa mengkalkulasi dan memproyeksikan dana kita di kemudian hari. Prinsip dasarnya adalah semakin besar dana yang Anda tempatkan di deposito, tentu akan memberikan bunga yang tinggi pula.

Namun ingat, Anda akan terkena potongan pajak untuk nominal tertentu. Misalnya untuk dana deposito di atas Rp7,5 juta akan terkena Pajak Penghasilan (PPh) senilai 20%. Sementara untuk dana deposito di bawah Rp7,5 juta akan terbebas dari pajak. Kira-kira seperti itulah gambarannya.

Lalu bagaimana cara menghitung keuntungan yang diperoleh deposito? Untuk ilustrasi sebut saja Andi (seorang pedagang pakaian) ingin menyimpan kelebihan dananya dalam bentuk deposito senilai Rp10 juta. Deposito tersebut disepakati dengan tenor 3 bulan. Sementara bunga yang ditetapkan bank sebesar 7,5% untuk waktu 3 bulan tersebut.

Jadi untuk menghitung bunga yang didapat dari penyimpanan dana tersebut bisa didapat dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

  • Bunga deposito untuk simpanan sama atau lebih dari Rp7,5 juta (masa tenor dalam bulan). Bunga deposito = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x 80% x tenor : 12

*catatan: 80% yang terdapat dalam rumus mencari bunga deposito untuk simpanan lebih dari Rp7,5 juta di atas adalah presentase dari keuntungan yang sudah dikurangi dengan presentase pajak sebesar 20%.

  • Jika bunga deposito untuk tenor selama 12 bulan adalah 7,5%, maka bunga deposito yang simpanannya lebih dari Rp7,5 juta secara riil harus dikurangi dengan 20% dari 7,5% yaitu sebesar 1,5%. Dengan begitu maka bunga riil yang akan diterima pada deposito tenor 12 bulan dengan jumlah simpanan di atas Rp7,5 juta adalah 6%.

Jadi perhitungan bunga deposito milik Andi adalah:

Pendapatan bunga deposito (per bulan) = Rp10 juta x 6% x 3 : 12 = Rp150.000

Jika perhitungan bunga ingin diketahui dalam hitungan harian, maka rumusnya hampir sama dengan bunga deposito dalam tenor bulanan, yaitu:

Bunga deposito = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x 80% x jumlah hari : 365

*asumsi 1 bulan sama dengan 30 hari dan 1 tahun sama dengan 365 hari

Dengan rumus tersebut maka pendapatan bunga deposito Andi per hari adalah:

Rp10 juta x 6% x 90 : 365 = Rp147.945,21

Demikianlah penjelasan singkat mengenai cara menghitung keuntungan bunga deposito yang bisa dijadikan acuan Anda sebelum menyimpan dana dalam bentuk deposito. Dengan penghitungan ini, setidaknya Anda bisa mengkalkulasikan bunga yang bisa didapat dari penyimpanan dana berupa deposito.

Dari keselurahan penjelasan di atas, semoga Anda sudah bisa memahami plus-minus menyimpan dana dalam bentuk deposito. Yang pasti deposito ini berbeda dengan tabungan.

Berikut perbedaanya mendasarnya:

TabunganDeposito
Suku bunga berkisar 0,0%-1.0% per tahunSuku bunga berkisar 3% – 5% per tahun
Tidak diatur dalam pengambilan dana (bebas)Pengambilan dana diatur waktunya (tidak bebas)
Tabungan sifatnya untuk menabungDeposito sifatnya untuk investasi
Menabung akan memperoleh buku tanbungan fasilitas lain seperti ATM.Menempatkan dana di Deposito, akan mendapat bukti berupa bilyet giro.

Baca Juga : Informasi LPS Terhadap Suku Bunga Deposito

Tertarik berinvestasi deposito bersama Universal BPR, konsultasikan secara gratis disini.