Memahami Pengertian Penjualan Kredit

Penjualan adalah transaksi antara penjual dan pembeli yang kemudian diikuti dengan proses menyerahkan produk yang berupa barang atau pun jasa. Dalam suatu bisnis, proses penjualan adalah kunci suksesnya suatu bisnis. Penjualan itu sama dengan darah yang mengalir di tubuh manusia, yang menjadi nadi kehidupan.Begitu pun dalam bisnis. Tanpa adanya penjualan, bisnis akan merugi dan akhirnya ambruk. Jadi bisa dikatakan penjualan itu memiliki banyak manfaat dari suatu pertumbuhan bisnis.

Manfaat dari penjualan yang bisa didapat dari suatu bisnis adalah untuk memperoleh laba, mendapatkan volumen penjualan, dan tentunya untuk pertumbuhan bisnis itu sendiri. Penjualan bisa membantu perusahaan mendapatkan laba. Laba bisa mendatangkan keuntungan yang tinggi untuk bisnis. Sehingga bisnis bisa berkembang lebih pesat dan lancar. Dengan berkembangnya bisnis, tentu saja usaha menjadi semakin maju dan besar.

Dengan tingginya laba yang didapat dari penjualan, maka bisnis akan mendapatkan keuntungan dan juga biaya untuk operasional yang lain. Pengelolaan keuangan yang tepat diperlukan agar laba dari penjualan bisa dialokasikan untuk pengembangan bisnis dengan tepat. Penjualan juga bermanfaat untuk mendapatkan volume penjualan. Volume penjualan diperlukan bisnis untuk mencapai target penjualan. Target penjualan dibuat agar bisnis bisa terus beroperasi dengan adanya pemasukan dana untuk setiap periode tertentu.

Penjualan dirasa penting dalam rangka pertumbuhan bisnis. Penjualan yang tinggi akan memudahkan bisnis untuk berkembang dengan pesat. Semakin tinggi angka penjualan maka berarti semakin tinggi pula laba dan keuntungan yang didapat oleh perusahaan. Jadi, dengan besarnya manfaat penjualan untuk bisnis maka bisnis akan semakin pesat perkembangannya  dengan pengelolaan keuangan yang baik.

Proses penjualan menjadi tolak ukur banyak aspek dalam suatu bisnis. Penjualan dalam bisnis tidak hanya ada satu jenis. Ada beberapa jenis penjualan yang perlu diketahui oleh pemilik bisnis agar tetap bisa mempertahankan bisnisnya. Yakni; penjualan tunai, penjualan kredit, penjualan tender, penjualan ekspor, penjualan konsinyasi, dan penjualan grosir.

Apa itu Penjualan Kredit ?

Namun dalam tulisan kali ini kita hanya membahas soal penjualan kredit. Ok kalau begitu kita mulai membahas apa itu penjualan kredit? Penjualan kredit merupakan jenis penjualan yang pembayarannya dilakukan dengan cara dicicil dalam rentan waktu tertentu. Jumlah cicilannya disesuaikan dengan berapa lama kredit yang diambil. Biasanya, penjual akan menambahkan bunga untuk setiap cicilan, meskipun ada juga yang tanpa bunga.

Penjualan kredit adalah penjualan yang dilakukan secara non-tunai. Dalam hal ini laba yang diharapkan adalah lebih besar daripada penjualan tunai. Fungsi dari sistem penjualan kredit adalah untuk menerima order dari pelanggan, mengedit order dari pelanggan, meminta otorisasi kredit, menentukan tanggal pengiriman barang. Fungsi ini bertanggungjawab untuk menyerahkan barang atas dasar surat order pengiriman yang diterima dari fungsi penjualan.

Baca Juga :  Layanan Kredit Untuk Memenuhi Berbagai Macam Kebutuhan

Sistem Penjualan kredit

Sistem penjualan kredit/sistem akuntansi penjualan kredit yaitu penjualan yang pembayaranya dilakukan setelah penyerahan barang dengan jangka waktu yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Dalam transaksi penjualan kredit, jika order dari pelanggan telah dipenuhi dengan pengiriman barang atau penyerahaan jasa, untuk jangka waktu tertentu perusahaan memiliki piutang kepada pelanggannya.

Dalam kegiatan penjualan kredit juga memungkinkan perusahaan menambah volume penjualan. Yakni dengan cara memberi kesempatan kepada para pembeli membelanjakan penghasilan yang akan diterima mereka pada masa yang akan datang.

Faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Penjualan Kredit

Lantaran penjualan kredit adalah penjualan yang dilakukan secara non-tunai, dalam hal ini laba yang diharapkan adalah lebih besar daripada penjualan tunai, maka perlu kiranya memperhatikan sejumlah faktor penjualan kredit.

Faktor-faktor yang harus diperhatikan yaitu: standar kredit, syarat pembayaran, plafon kredit, volume penjualan, kebiasaan pembayaran pelanggan, dan kebijakan pengumpulan piutang.

Standar Kredit

Penjelasan standar kredit adalah salah satu faktor yang memengaruhi permintaan, dengan menurunkan standar kredit dapat menstimulasi permintaan. Sehingga pada akhirnya akan mengarah pada penjualan dan laba yang lebih tinggi. Namun di sisi lain terdapat biaya untuk membuat piutang tambahan. Seperti juga risiko yang lebih besar untuk adanya kerugian akibat piutang tak tertagih.

Syarat Pembayaran

Kemudian faktor syarat pembayaran kredit. Syarat pembayaran kredit dapat bersifat ketat atau lunak. Apabila perusahaan menetapkan syarat penjualan kredit yang ketat berarti perusahaan lebih mengutamakan keamanan kredit dibandingkan misalnya memberikan batas waktu pembayaran yang singkat dan memberikan beban bunga bila pengembaliannya terlambat.

Dengan demikian, maka investasi perusahaan dalam piutang dagang cenderung lebih kecil. Hal sebaliknya akan terjadi bila syarat penjualan kredit bersifat lunak atau longgar.

Contohnya adalah syarat penjualan kredit adalah 2/10 net/30, yang dapat diartikan pembayaran dapat dilakukan dalam jangka waktu 10 hari sesudah waktu penyerahan barang dan mendapatkan potongan tunai sebesar 2% dari harga penjualan, dan pembayaran selambat-lambatnya dilakukan dalam kurun waktu 30 hari sesudah waktu penyerahan barang.

Namun apabila dalam kurun waktu 30 hari belum dilakukan pembayaran oleh pelanggan, maka berarti semakin besar jumlah investasi perusahaan dalam piutang.

Plafon Kredit

Berikutnya adalah faktor plafon kredit. Dalam memberikan kredit kepada pelanggan maupun calon pelanggan, perusahaan akan membuat sebuah batasan kredit yang berbeda-beda terhadap pelanggan satu dengan pelanggan lainnya. Hal ini dikarenakan tingkat kemampuan yang berbeda pula. Plafon kredit adalah salah satu alat kontrol dalam pelaksanaan kebijakan kredit.

Volume Penjualan

Selanjutnya adalah faktor volume penjualan kredit. Dalam melakukan penjualan secara kredit, perusahaan dapat menetapkan batas maksimal kredit yang akan diberikan kepada pelanggannya. Semakin tinggi batas yang ditetapkan untuk masing-masing pelanggan maka berarti makin besar pula dana yang diinvestasikan dalam piutang dan sebaliknya. Semakin selektif dalam menentukan langganan yang diberi kredit maka akan memperkecil jumlah investasi dalam piutang dan sebaliknya.

Kebiasaan Pembayaran Pelanggan

Sedangkan faktor kebiasaan pembayaran pelanggan mengacu pada ada sebagian langganan yang mempunyai kebiasaan untuk membayar dengan menggunakan kesempatan mendapatkan cash discount. Ada juga sebagian lagi tidak menggunakan kesempatan tersebut.

Kebiasaan para langganan membayar dalam periode cash discount atau sesudahnya akan mempunyai efek terhadap besarnya investasi dalam piutang. Apabila sebagian besar para langganan membayar selama discount period, maka dana yang tertanam dalam piutang akan lebih cepat cair dan akan memperkecil investasi dalam piutang.

Kebijakan Pengumpulan Piutang

Terakhir adalah faktor kebijakan pengumpulan piutang. Perusahaan dapat menjalankan kebijaksanaan dalam pengumpulan piutang dalam dua cara yaitu secara aktif maupun pasif.

Kebijaksanaan pengumpulan piutang dilakukan oleh perusahaan secara aktif maka akan dikeluarkan uang yang lebih besar dalam membiayai aktivitas pengumpulan piutangnya dibandingkan dengan perusahaan lain yang menjalankan kebijaksanaan piutang secara pasif.

Pengumpulan piutang oleh Perusahaan yang dilakukan secara aktif tentunya mempunyai investasi dalam piutang yang lebih kecil daripada perusahaan yang melakukan pengumpulan piutangnya secara pasif.

Demikianlah penjelasan dengan sejumlah faktor yang perlu diperhatikan. Semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan pembaca yang belum memahami detail penjualan kredit.

Baca Juga : Analisis Kredit, Pintu Masuk Pencairan Pinjaman