Pinjaman Koperasi Bisa Jadi Alternatif untuk Modal Usaha

Pinjaman Koperasi

Bagaimana cara memperoleh pinjaman koperasi? simak artikel ini

Masih ingat krisis moneter di tahun 1997? Ya, kala itu ekonomi Indonesia mengalami tekanan yang begitu hebat. Bahkan ada yang mengatakan bahwa di tahun tersebut menjadi episode terkelam dari periode ekonomi yang pernah terjadi di negeri ini. Usaha-usaha besar bertumbangan. Bisnis menengah anjlok. Di sisi lain, koperasi dan usaha kecil tetap bisa berkibar di masa krisis. Oleh karenanya, kiprah koperasi yang sudah terbukti tangguh itu jadi menarik untuk diperhatikan.

Koperasi sendiri berasal dari kata cooperation yang berarti kerja sama. Koperasi juga merupakan badan usaha untuk berkerja sama dalam kegiatan ekonomi. Nah, di Indonesia koperasi dengan mudah ditemui keberadaannya. Misalnya di sekolah, di kantor, dan di desa-desa. Menurut Bapak Koperasi Indonesia Mohammad Hatta, yang juga tercatat sebagai proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 1945, koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan semangat tolong-menolong (seorang untuk semua dan semua untuk seorang).

Merujuk pada Pasal 3 Undang-undang Nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian, dikatakan bahwa koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Sementara pada Pasal 4, dikatakan bahwa fungsi dan peran koperasi adalah membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya serta masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial, serta berperan aktif dalam upaya untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Jenis-Jenis Koperasi

Sejatinya koperasi itu ada banyak jenisnya dan dibedakan berdasarkan jenis usahanya, tingkatannya, dan ada juga berdasarkan status anggotanya. Contoh berdasarkan status anggota misalnya;  koperasi karyawan, koperasi pegawai negeri, koperasi sekolah, dan lain sebagainya. Sementara jika dilihat dari jenisnya, koperasi dapat dibagi dalam empat kategori. Yaitu (a)Koperasi produsen, (b) Koperasi konsumen, (c) Koperasi simpan pinjam, dan (d) Koperasi jasa. Di antara jenis-jenis koperasi, koperasi simpan pinjam atau koperasi kredit termasuk yang terpopuler di masyarakat. Koperasi ini menyediakan usaha simpan pinjam yang melayani anggotanya. Usaha koperasi simpan pinjam pada prinsipnya memiliki tujuan untuk membantu anggotanya sehingga diberikan pinjaman dengan bunga ringan.

Tentu saja uang pinjaman koperasi ini diberikan dengan harapan dapat digunakan untuk usaha produktif dan kesejahteraan anggota.

Lalu bagaimana cara memperoleh pinjaman koperasi ?

Secara teknis, cara dan syarat peminjaman uang di koperasi sudah diatur oleh setiap koperasi. Namun bagi Anda yang ingin meminjam dana lewat jalur koperasi, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan terlebih dahulu. Pertama, koperasi tersebut harus masuk daftar koperasu yang terdaftar di Kementerioan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Kedua, koperasi tersebut harus memiliki izin dari otoritas jasa keuangan (OJK). Dan ketiga, perhatikan status aktif koperasi dengan mengecek Nomor Induk Koperasi (NIK). Karena NIK hal yang sangat penting dan krusial sama halnya dengan penduduk yang harus memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Ketiga hal tersebut penting diperhatikan agar Anda tidak salah memilih koperasi.

Baca Juga : Mau Kredit Renovasi Rumah? Ini Tipsnya

Cara dan Syarat Pinjaman Koperasi

Setelah Anda memastikan koperasi mana yang dipilih untuk dijadikan sumber pinjaman, maka ada sejumlah cara dan syarat yang harus dipenuhi agar pinjaman yang Anda ajukan dapat diproses. Apa saja itu?

  • Menentukan alasan pengajuan pinjaman

Ada berbagai alasan yang mengiringi ketika seseorang memilih koperasi sebagai sumber dana pinjaman. Di antaranya adalah karena syarat pengajuan mudah dan tidak berbelit. Lalu bunga pinjamannya yang flat alias tidak berubah selama masa pinjaman. Alasan lain adalah adanya kemungkinan medapatkan sisa hasil usaha (SHU) setiap tahunnya dan pastinya meminjam di koperasi itu aman dibanding pinjam pada rentenir yang bunganya mencekik.

  • Syarat pengajuan

Tentu syarat utamanya adalah mengajukan pengajuan permohonan terlebih dahulu untuk menjadi anggota dengan membawa semua dokumen yang dibutuhkan. Seperti; KTP sebagai bukti sah Warga Negara Indonesia (WNI). Selanjutnya adalah kesediaan membayar simpanan pokok dan wajib yang sudah ditentukan koperasi.

Setelah terdaftar menjadi anggota koperasi, proses selanjutnya adalah melengkapi sejumlah persyaratan dasar seperti; mengisi formulir, memiliki NPWP (untuk pinjaman di atas Rp50 juta), melengkapi data dengan fotokopi  KTP, KK, slip gaji, rekening listrik, buku pensiun jika diperlukan dan dokumen pendukung lainnya sebagai jaminan pinjaman. Jika perorangan, dokumen tersebut bisa berupa; surat tanah, deposito, atau BPKB kendaraan. Sedangkan untuk perusahaan atau bisnis dibutuhkan dokumen tambahan (sesuai dengan yang dibutuhkan pihak koperasi).

  • Cara mengajukan pinjaman

Jika semua syarat sudah terpenuhi, Anda hanya tinggal mengajukan pinjaman ke pihak koperasi untuk segera diproses. Datanglah langsung ke koperasi yang sudah ditentukan sebelumnya dan pastikan semua berkas dan dokumen sudah dilengkapi. Dan selanjutnya serahkan pada pihak koperasi. Jika tidak ada masalah, maka proses pencairan tinggal menunggu waktu saja.

Plus Minus Pinjam Uang di Koperasi

Jika ada yang masih bingung memutuskan untuk meminjam udang memalui jalur koperasi, mungkin ada baiknya melihat plus dan minus dari pinjaman ini  agar Anda memahami betul karakteristiknya.

Ada sejumlah kelebihan dalam meminjam dana di koperasi. Di antaranya adalah mekanisme pinjaman yang cenderung mudah jika dibandingkan dengan pinjaman di lembaga keuangan lainnya. Selain tidak banyak mekanisme yang harus dilewati, pencairan juga bisa dibilang lebih cepat. Bahkan ada pula pinjaman yang cair saat itu juga. Inilah kelebihan utama dalam meminjam dana di koperasi.

Menariknya lagi dan menjadi kelebihan koperasi adalah Anda bisa meminjam uang tanpa jaminan (dalam nominal tertentu, sejumlah koperasi tidak membutuhkan jaminan). Jelas ini menjadi daya tarik bagi calon peminjam yang tidak memiliki barang berharga untuk dijadikan jaminan.

Satu hal lagi yang menjadi keunggulan dalam meminjam uang di koperasi. Yaitu koperasi biasanya menerapkan suku bunga yang rendah dibandingkan lembaga keuangan lainnya. Pasalnya mengacu pada pendirian koperasi adalah untuk mensejahterakan semua anggota, termasuk dalam memberikan bunga rendah.

Namun dibalik semua kelebihan itu, koperasi juga memiliki kekurangan dalam memberikan layanan pinjaman. Di antaranya adalah koperasi masih menggunakan cara konvensional dan belum memaksimalkan kecanggihan teknologi informasi, termasuk dalam hal memberikan pinjaman. Selain itu untuk plafon pinjaman yang masih terbatas juga jadi kekurangannya. Dan jika pinjaman yang dibutuhkan lebih dari Rp50 juta maka koperasi membutuhkan jaminan.

Kira-kira seperti itulah gambaran kelebihan dan kekurangan jika meminjam modal dari koperasi. Sekarang semua tergantung pada Anda dan kebutuhan Anda. Mau cepat dan mudah, mungkin koperasi bisa jadi tempat alternatif untuk mendapatkan pinjaman dana.  

Baca Juga :  Layanan Kredit Untuk Memenuhi Berbagai Macam Kebutuhan