Yuk Mari Kenali Jenis-Jenis Produk Perbankan

Produk Perbankan Universal BPR

Sejak usia dini kita selalu diajarkan oleh orangtua atau guru untuk rajin menabung. Bahkan di sekolah-sekolah tingkat dasar, kerap ada program ayo menabung yang diselenggarakan oleh sekolah yang bekerja sama dengan salah satu perusahaan bank. Sejujurnya program tersebut merupakan salah satu bentuk edukasi kepada anak-anak tentang fungsi bank sekaligus memperkenalkan produk perbankan tersebut.

Jadi bisa dikatakan bahwa rata-rata anak remaja hingga dewasa sudah kenal apa itu bank. Bahkan popularitas bank bukan hanya di kalangan perkotaan, sebab di wilayah pedesaan bank juga sudah begitu familiar. Hanya saja tak banyak yang tahu tentang apa saja produk dari perbankan. Intinya mereka tahu bahwa bank itu tempatnya simpan dan pinjam uang. Tidak salah memang anggapan tersebut, karena memang usaha inti dari bank itu adalah funding (pendanaan) dan lending (pinjaman).

Seiring perkembangan zaman, bank pun terus berbenah dalam memberikan layanan kepada nasabahnya. Apalagi dengan semakin canggihnya teknologi informasi, perbankan pun berlomba-lomba memberikan layanan secara cepat dan akurat lewat sistem digitalisasi seperti mobile banking dan sebagainya. Kemajuan teknologi memang telah memberikan kemudahan di segala sektor termasuk perbankan atau aktivitas keuangan. Mulai dari sistem investasi, transaksi keuangan, serta pembiayaan yang semuanya bisa dilakukan dengan cara mudah yaitu cukup menggunakan smartphone saja. 

Untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang beragam, setiap bank pun melengkapi layanannya dengan berbagai produk. Tujuannya adalah agar semua kebutuhan nasabah dapat dilayani dengan baik. Namun secara garis besar produk perbankan bisa dibagi dua. Yaitu produk simpanan dan produk pinjaman.

Produk Simpanan (Funding)

Produk simpanan ini ini erat kaitannya dengan aktivitas penghimpunan dana yang dilakukan oleh bank. Sesuai dengan kodrat awalnya, karena bank didirikan itu semula bertujuan untuk menjadi tempat menyimpan uang. Namun seiring berjalannya waktu, penempatan uang di bank juga berkembang sesuai dengan kebutuhan dari nasabah. Di antaranya adalah simpanan tabungan (saving deposit), simpanan deposito (time deposit), tabungan berjangka (term saving deposit) dan tabungan giro (demand deposit).

Simpanan Tabungan

Dari keempat produk simpanan tersebut, saving deposit yang paling populer dan banyak digunakan masyarakat. Karena sifatnya yang melayani simpanan tabungan, maka memungkinkan masyarakat untuk membuka rekening serta menyimpan uang di bank. Meski ada syarat dan ketentuan dari bank, namun mayoritas masyarakat tidak kesulitan untuk memenuhi sejumlah syarat yang diinginkan oleh pihak bank. 

Biasanya, pihak bank akan menentukan minimal setoran pertama saat pembukaan rekening dan menentukan minimal saldo yang harus tersisa di dalam rekening. Misalnya untuk pembukaan rekening, calon nasabah harus menyetorkan uang tabungannya minimal Rp500.000. Dan yang pasti untuk penyetoran dan penarikan uang di tabungan bisa dilakukan kapan saja. Hal tersebut bisa dilakukan di teller bank atau via anjungan tunai mandiri (ATM). Masing-masing bank juga biasanya memiliki jenis produk simpanan tabungan seperti; tabungan reguler, tabungan bisnis, tabungan anak, dan lain sebagainya.

Simpanan Deposito

Berbeda dengan simpanan tabungan, simpanan deposito justru memiliki jangka waktu yang telah ditentukan oleh bank. Dengan kata lain, kita hanya diperbolehkan menambah atau mengurangi uang di tabungan berdasarkan waktu-waktu yang sudah ditentukan dan disepakati antara bank dan nasabah. Biasanya, setoran tabungan deposito itu dilakukan satu kai di awal dan uang tersebut hanya bisa diambil saat jatuh tempo yang telah disepakati. Misalnya temponya 6 bulan atau 12 bulan. Jika uang tersebut diambil sebelum waktunya, maka akan ada penalti atau denda bagi si nasabah.

Kelebihan dari tabungan deposito ini karena mampu memberikan bunga yang tinggi dibanding simpanan reguler atau bisnis. Oleh karenanya, simpanan deposito sering dijadikan ladang investasi oleh masyarakat. Dan biasanya uang yangakan didepositokan itu bukanlah uang yang akan digunakan dalam waktu dekat. 

Baca Juga : Deposito Berjangka BPR Aman & Menguntungkan

Tabungan Berjangka

Tabungan ini merupakan gabungan dari tabungan simpanan dan tabungan deposito. Umumnya, pembukaan tabungan ini memiliki tujuan khusus. Misalnya untuk tabungan haji, tabungan pendidikan, dan lain sebagainya. Mirip dengan tabungan deposito, pada tabungan berjangka biasanya ditawarkan oleh pihak bank untuk memilih jangka waktu tabungannya. Bedanya adalah jika tabungan deposito hanya sekali setoran dan dilakukan di awal, maka tabungan berjangka setorannya dilakukan setiap bulan.

Meski melakukan setoran setiap bulan, namun bukan berarti nasabah bisa mengambil uangnya setiap bulan. Sebab tabungan berjangka itu hanya bisa ditarik dananya sesuai dengan jangka waktu yangsudah disepakati antara kedua pihak (bank dan nasabah).

Tabungan Giro.

Ini dia salah satu produk tabungan yang dikenal fleksibel dalam hal penarikan dana. Pada tabungan giro ini, nasabah bisa melakukan penarikan dana dengan menggunakan bilyet giro atau yang lebih dikenal dengan cek. Dengan begitu, nasabah bisa melakukan penarikan dananya kapan saja dan oleh siapa saja. Dengan catatan, sepanjangnasabah itu masih memiliki kertas cek yang tentunya sudah diotorisasi oleh pemilik rekening. Meski memiliki fleksibitas enarikan, namun tabungan giro ini memiliki bunga yang paling rendah dibandingkan dengan jenis tabungan lainnya. Besaran bunga untuk tabungan giro, merupakan yang paling rendah jika dibandingkan dengan jenis simpanan lainnya.

Produk Pembiayaan (Lending)

Berlawanan dengan produk simpanan yang secara jelas merupakan cara bank mengumpulkan dana dari masyarakat, maka produk pembiayaan ini merupakan cara bank menyalurkan dana ke masyarakat. Sesuai dengan fungsi dari bank itu sendiri yaitu intermediasi atau perantara keuangan maka selain menghimpun dana dalam bentuk simpanan, bank juga akan menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman (kredit). Di sinilah biasanya bank akan mendapatkan keuntungan. Berikut adalah produk-produk pembiayaan (lending) yang umumnya ada di bank-bank Indonesia:

Kredit Investasi

Umumnya jenis kredit ini diberikan untuk mereka yang membutuhkan dana dalam jumlah “besar” yang akan digunakan untuk keperluan bisnis atau penanaman modal. Sebagai contoh, perusahaan developer atau pengembang ingin membangun perumahan dan membutuhkan modal untuk membangunnya. Mengingat besarnya pinjaman, biasanya jenis kredit investasi ini pengembaliannya dilakukan untuk jangka waktu yang panjang.

Mengacu pada OJK (otoritas jasa keuangan), kredit investasi ini memang salah satu fungsinya adalah untuk mendukung kebutuhan dana pembiayaan investasi jangka panjang. Dengan jangka pengembalian yang lama, kredit ini dirasa cocok keperluan usaha. Untuk mengajukan pinjaman ini, biasanya dibuthkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Kredit Konsumtif

Kredit jenis ini cukup familiar di kalangan masyarakat. Biasanya kredit ini digunakan masyarakat untuk membeli produk atau barang dengan cara kredit. Kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor, kredit barang elektronik adalah contoh kredit konsumtif yang umum dilakukan masyarakat. Umumnya kredit konsumtif ini diberikan kepada perorangan atau individu. Soal persetujuan kredit, biasanya pihak bank akan mempertimbangkan karakter dan kemampuan bayar dari calon debitur terlebih dahulu.

Baca Juga : Mau Kredit Renovasi Rumah? Ini Tipsnya

Kredit produktif

Sesuai dengan namanya, tentu kredit jenis ini bertujuan untuk memberikan modal usaha kepada calon debitur. Harapannya, kredit produktif ini dapat mendatangkan benefit bagi kedua belah pihak. Dengan begitu, pengembalian kredit dapat berjalan lancar karena adanya keuntungan dari usaha nasabah.

Kredit Profesi

Sesuai dengan namanya yaitu kredit profesi, maka kredit ini secara khusus diperuntukkan untuk mereka yang memiliki profesi-profesi tetap atau profesional. Misalnya kredit untuk guru, dosen, pengawai negeri sipil, dokter, dan sebagaianya.

Kredit Modal Kerja

Nah khusus kredit ini biasanya banyak dimanfaatkan oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kredit ini sendiri memiliki tujuan untuk memberikan modal kepada para nasabah untuk menjalankan bisnis UMKM. Kredit ini sendiri biasanya berlamgsung dalam tempo yang pendek, misalnya satu tahun. Selain digunakan untuk membeli bahan baku atau modal kerja, kredit ini juga kerap digunakan untuk membayar gaji karyawan UMKM.

Kredit Perdangangan

Sesuai dengan namanya, kredit ini digunakan untuk para pedagang guna mengembangkan atau melanggengkan usaha perdagangannya. Sebagai contoh, kredit ini biasa digunakan untuk membeli barang dagangan yang diperoleh dari agen atau supplier.

Di luar kegiatan inti perbankan yang disebutkan di atas, bank juga meluncurkan berbagai produk layanan lainnya guna memenuhi kebutuhan para nasabah. Berikut adalah beberapa produk layanan perbankan yang cukup populer di masyarakat di antaranya; transfer, kliring, inkas0, brankas (safe deposit box), dan kartu kredit. Sebenarnya masih ada produk perbankan lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh nasabah sesuai dengan kebutuhannya seperti; penukaran valuta asing, bank garansi, bank draft, letter of credit, cek wisata, pembayaran taguhan, penggajian karyawan, dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Layanan Kredit Untuk Memenuhi Berbagai Macam Kebutuhan