Tips Menabung Agar Terhindar dari Perilaku Konsumtif

Keuntungan Deposito

Menabung memang mudah untuk diucapkan. Tapi dalam penerapannya, justru banyak orang yang abai akan hal ini. Padahal menabung itu merupakan salah satu cara solutif untuk menghadapi situasi darurat di kemudian hari. Bahkan dengan menabung, Anda telah melakukan langkah persiapan dalam menyambut masa depan. Bayangkan, betapa pusingnya ketika ada kebutuhan di luar anggaran namun Anda tak memiliki dana cadangan untuk menutupinya.

Selama manusia hidup, yang namanya kebutuhan itu akan selalu ada. Bahkan cenderung bertambah nilai kebutuhannya dari waktu ke waktu. Makanya, mengapa kita diwajibkan untuk menabung. Sebab dengan adanya dana di tabungan, siapa pun akan lebih tenang dalam mengarungi kehidupan. Saking pentingnya menabung itu, sampai ada perumpamaan yang mengatakan bahwa uang memang tidak dibawa mati, tapi jika tidak ada uang rasanya seperti mau mati. Perumpamaan ini memang terkesan hiperbola atau berlebihan. Tapi dalam banyak kasus, faktanya memang demikian adanya.

Tidaklah berlebihan jika sejak usia dini kita sering diingatkan oleh orangtua untuk menabung. Imbauan itu bukan tanpa tujuan. Karena prinsipnya setiap orangtua ingin anak-anaknya memperoleh kehidupan yang lebih baik di masa depannya. Dengan gemar menabung dan bijak dalam menggunakan uang, setidaknya akan membawa ketenangan dalam menghadapi berbagai situasi. Termasuk dihadapkan pada kondisi krisis ekonomi.

Menabung untuk Persiapan Dana Darurat

Dengan menabung, berarti Anda sedang mengumpulkan pundi-pundi untuk persiapan masa depan. Namun bagi mereka yang bergaji pas-pasan, menabung jadi suatu yang sulit untuk dilakukan. Alasannya gaji habis untuk kebutuhan dalam sebulan. Padahal menabung seharusnya dijadikan prioritas bagi siapa pun. Baik mereka yang bergaji kecil, maupun yang bergaji besar. Sebab dengan adanya tabungan di rekening, Anda akan memiliki kesiapan dana darurat yang sewaktu-waktu pasti akan dibutuhkan. Misalnya untuk biaya anak masuk kuliah, untuk membeli aset, untuk kehidupan di masa pensiun, untuk biaya pengobatan, dan untuk kebutuhan lainnya.

Percayalah, melakukan penghematan saja tak cukup untuk menjadikan tabungan Anda menggelembung. Sebab selain melakukan penghematan, Anda juga harus pandai melakukan pengelolaan dana. Nah salah satunya adalah dengan cara ditabung. Namun untuk dapat menyimpan atau menabung uang Anda secara konsisten, tentu bukan perkara mudah. Perlu usaha ekstra keras. Apalagi godaan belanja di era digital melalui toko-toko online (markerplace), yang memberikan kemudahan bagi konsumen, sungguh merupakaan godaan yang teramat sulit untuk dilewati begitu saja.

Baca Juga : Deposito Berjangka BPR Aman dan Menguntungkan

Tips Jitu Agar Bisa Menabung

Bagaimanakah caranya agar bisa menabung, sementara kondisi gaji pas-pasan? Bagaiamana caranya agar bisa berlaku hemat? Apa saja yang perlu diperhatikan agar bisa konsisten untuk menabung? Pertanyaan-pertanyaan tersebut kerap muncul saat orang mulai merasa bahwa menabung itu penting. Sebab dalam kondisi terdesak, biasanya orang baru tersadar betapa pentingnya menyisihkan dana ke dalam tabungan itu.

Nah, bagi Anda yang sudah berniat menabung mungkin cara ini bisa dijadikan rujukan. Terutama bagi mereka yang sudah memiliki tujuan dalam menabung. Misalnya menabung untuk tujuan pembiayaan pernikahan. Atau menabung untuk tujuan membeli kendaraan, dan lain sebagainya. Percayalah, tak ada yang tak mungkin jika Anda sungguh-sungguh melakukannya. Berikut tips agar Anda bisa menabung:

1. Kurangi pengeluaran dan tambahan pemasukan

Cobalah untuk membuat daftar tentang hal-hal apa saja yang selama ini tanpa disadari sebenarnya justru menguras kocek Anda dalam sebulan. Sebagai contoh, setiap hari Anda membeli kopi seharga Rp20.000. Berarti dalam sebulan Anda akan mengeluarkan Rp600.000 hanya untuk urusan menyeruput kopi. Cobalah mulai mengurangi aktivitas membeli kopi itu secara bertahap dan memindahkan Rp20.000 itu ke dalam celengan.

2. Menyisihkan dari sumber penghasilan tambahan

Jika Anda merasa sudah merasa melakukan penghematan namun tak kunjung juga bisa menabung karena gaji pas-pasan, mungkin saatnya Anda mulai meng-create sumber penghasilan tambahan. Misalnya Anda memiliki hobi fotografi, maka cobalah untuk menjadikan hobi tersebut sebagai sumber penghasilan tambahan. Misalnya mulai membuka jasa foto melalui marketplace atau lainnya. Nah, penghasilan tambahan dari fotografi inilah yang bisa Anda simpan dalam rekening tabungan.

3. Buatlah pos-pos prioritas aliran uang

Hal ini penting dilakukan agar Anda bisa mengetahui secara pasti kemana uang Anda mengalir selama ini. Jangan-jangan, dibanding kebutuhan utama, uang Anda justru banyak dihabiskan untuk kebutuhan-kebutuhan yang tidak penting. Buatlah urutan skala prioritas dari tujuan penggunan uang Anda. Jika berniat menabung, maka mulailah masukan kegiatan menabung sebagai prioritas. Misalnya dengan menyisihkan 10% dari gaji untuk ditabung. Jadi jika aktivtas menabung sudah menjadi prioritas, maka tidak ada lagi alasan untuk tidak menabung.

4. Jauhkan kartu kredit

Jika selama ini kartu kredit begitu “intim” dengan Anda, maka mulailah menghindari penggunaan “kartu sakti” tersebut. Meski harus diakui bahwa kartu kredit memang memberikan kemudahan dan efisiensi dalam kebutuhan transaksi. Tapi kembali lagi, jika Anda sudah komitmen untuk menabung maka pastikan dulu Anda sudah tidak lagi menggunakan kartu kredit. Kenapa? Karena pada kartu kredit secara fisik tidak terlihat, maka secara psikologis akan mempengaruhi Anda untuk menjadi konsumtif. Sebab jika ada peningkatan penggunaan kartu kredit, berarti Anda sedang menambah jumlah utang dan memberatkan tagihan. Bagaimana bisa menabung, jika utang justru menumpuk.

5. Hindari pinjaman

Pinjaman online menjadi godaan berikutnya setelah kartu kredit yang mungkin bisa membuat Anda gagal menabung. Pinjaman online yang begitu mudah diakses saat ini, bisa menjadi pintu masuk utang bagi Anda. Sebisa mungkin hindari pinjaman untuk sekadar memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang tidak produktif.

Kalau pun terpaksa harus melakukan pinjaman, pastikan bahwa itu digunakan untuk kebutuhan produktif seperti pinjaman modal bisnis. Sebab jika Anda sudah melakukan pinjaman, tentunya Anda juga harus memikirkan strategi untuk membayar tagihan-tagihan utang. Kalau sudah begini, pasti Anda akan semakin kesulitan untuk menabung. So, bijaklah dalam melakukan pinjaman.

6. Receh tapi powerfull

Sebenarnya ada cara mudah untuk menabung. Meski terkesan receh, tapi jangan remehkan cara yang dipopulerkan seorang motivator bernama Ippho Santosa. Dia memberikan tips tentang cara mudah dan unik untuk menabung. Cukup siapkan celengan dan tabungkan setiap kali Anda memiliki uang Rp20.000. Sebagai contoh, jika Anda mendapatkan pengembalian uang belanja dua lembar Rp20.000, maka semua itu langsung dimasukkan ke dalam celengan. Atau jika menemukan setiap uang Rp20.000 di dalam tas atau dompet, maka uang tersebut wajib masuk dalam celengan.

Konon cara ini terbilang efektif untuk mengumpulkan pundi-pundi. Bayangkan, jika dalam sehari Anda bisa mendapatkan uang Rp20.000 sebanyak dua lembar, maka setidaknya dalam seminggu Anda sudah berhasil menabung sebanyak Rp280.000. Berarti dalam sebulan, tanpa disadari Anda bisa menabung sebanyak Rp1.120.000. Luar biasa bukan? Dan ini sangat cocok bagi Anda yang cenderung malas menabung.

Kira-kira seperti itulah tips ringan agar Anda bisa mulai menabung. Kendati tak mudah, namun jika Anda berkomitmen untuk menabung maka tak ada kata tidak mungkin.

Baca Juga :  Ayo Menabung Deposito di Bank Universal BPR