Untitled-1-1751844542573.webp

Kisah Inspiratif Kaman Siboro : Awal Kehidupan & Mimpi Besar
Kaman Siboro, pendiri BPR di lima provinsi di Indonesia, adalah sosok yang dikenal karena ketekunan dan integritasnya. Lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada 26 Oktober 1958, ia tumbuh dalam keterbatasan ekonomi namun hal itu tidak menghalanginya untuk bermimpi besar. Dengan kerja keras dan dedikasi, ia berhasil meraih beasiswa yang membawanya melanjutkan studi ke Pulau Jawa. Berbekal tiket sekali jalan Kapal Tampomas, ia meninggalkan kampung halaman dengan harapan masa depan yang lebih cerah. Namun, perjalanan di tanah rantau penuh tantangan. Ia pernah menggadaikan jeans kesayangannya demi makan dan bahkan harus berhutang seporsi nasi di warung. Meski begitu, semangatnya untuk belajar dan meraih mimpi tidak pernah padam.

Langkah Awal di Dunia Perbankan
Tahun 1981, ia memulai karier sebagai Management Trainee di salah satu bank swasta dan dikenal karena integritasnya. Saat banyak orang menerima upeti, ia memilih menolaknya karena percaya bahwa kejujuran adalah kunci kesuksesan jangka panjang.

“Ketika orang lain tergoda oleh upeti, saya memilih menolaknya,” ungkapnya.

Setelah menyelesaikan kontraknya, kariernya berlanjut di Bank Universal sebagai pejabat kredit, di mana ia bertemu Stephen Satyahadi, seorang bankir berpengalaman sekaligus Presiden Direktur Bank Universal. Bersama, mereka menciptakan program kemitraan yang membantu petani mendapatkan modal dan pelatihan hingga berhasil membantu para petani memiliki kehidupan yang lebih layak.

Bangkit dari Krisis & Mendirikan Universal BPR
Krisis moneter 1997–1998 mengguncang sektor keuangan nasional. Bank Universal pun terdampak dan harus melebur dalam proses merger, sehingga program kemitraan petani turut dihentikan. Di tengah situasi sulit, Kaman Siboro tidak menyerah. Ia sempat menjalankan usaha sembako untuk bertahan hidup, sebelum akhirnya memutuskan untuk melanjutkan misinya dengan mendirikan Universal BPR. Menggunakan aset pribadi dan dana pensiunnya, ia membangun Universal BPR dari nol dan kembali menggandeng Stephen Satyahadi sebagai mitra. Visi mereka tetap satu: menciptakan dampak sosial yang nyata melalui akses keuangan yang inklusif bagi masyarakat.